Jakarta, 23 Juli 2026 – Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menggelar forum Ijtima Ulama sebagai wadah untuk membahas berbagai isu strategis yang berkaitan dengan masa depan pesantren di Indonesia. Salah satu topik yang menjadi perhatian utama dalam forum tersebut adalah tren menurunnya jumlah santri di sejumlah pondok pesantren dalam beberapa tahun terakhir. Para peserta menilai fenomena tersebut perlu disikapi secara serius melalui kolaborasi antara pemerintah, lembaga pendidikan, organisasi keagamaan, dan masyarakat. Pembahasan difokuskan pada upaya memperkuat kembali kepercayaan publik terhadap pesantren sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan berbasis keagamaan. Forum ini juga menjadi ruang untuk merumuskan rekomendasi dalam menghadapi tantangan yang terus berkembang di lingkungan pendidikan pesantren.
Dalam diskusi yang berlangsung, peserta mengemukakan bahwa penurunan jumlah santri dipengaruhi oleh berbagai faktor yang saling berkaitan. Selain perubahan kondisi sosial dan ekonomi masyarakat, perkembangan teknologi digital serta perubahan pola pendidikan turut memengaruhi pilihan keluarga dalam menentukan jalur pendidikan bagi anak-anak mereka. Di sisi lain, sejumlah persoalan yang sempat mencuat di beberapa lembaga pendidikan turut dinilai berdampak terhadap persepsi masyarakat. Karena itu, pembenahan tata kelola, peningkatan kualitas pengasuhan, serta penguatan sistem pengawasan menjadi bagian dari rekomendasi yang mengemuka dalam forum tersebut. Upaya tersebut diharapkan mampu menjaga marwah pesantren sebagai lembaga pendidikan yang dipercaya masyarakat.
Para ulama dan tokoh pesantren juga menekankan pentingnya adaptasi terhadap perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai dasar pendidikan pesantren. Pemanfaatan teknologi informasi, penguatan kurikulum, hingga pengembangan keterampilan santri dinilai menjadi langkah penting agar lulusan pesantren mampu bersaing di berbagai bidang. Di samping memperdalam ilmu keagamaan, santri juga didorong memiliki kemampuan di bidang sains, teknologi, kewirausahaan, dan ekonomi syariah sesuai kebutuhan masyarakat modern. Pendekatan tersebut dinilai dapat memperluas daya tarik pesantren bagi generasi muda. Dengan demikian, pesantren tetap relevan sebagai institusi pendidikan yang adaptif terhadap perubahan zaman.
Forum Ijtima Ulama juga menyoroti pentingnya sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, dan pesantren dalam memperkuat ekosistem pendidikan Islam. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia, pengembangan ekonomi pesantren, hingga penyediaan sarana pendidikan yang lebih memadai. Selain aspek akademik, perhatian juga diberikan pada penguatan karakter, akhlak, dan kepemimpinan santri sebagai bagian dari misi utama pendidikan pesantren. Melalui kerja sama lintas sektor, pesantren diharapkan mampu menghadapi tantangan sekaligus memanfaatkan peluang di era transformasi digital. Langkah tersebut dipandang sebagai investasi jangka panjang bagi pembangunan sumber daya manusia Indonesia.
Dalam kesempatan tersebut, peserta forum turut membahas pentingnya menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan ramah bagi seluruh santri. Penguatan tata kelola kelembagaan, mekanisme pengawasan internal, serta peningkatan kapasitas tenaga pendidik dinilai menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas layanan pendidikan. Langkah-langkah preventif juga dipandang perlu agar kepercayaan masyarakat terhadap pesantren terus meningkat. Dengan sistem yang semakin baik, pesantren diharapkan mampu mempertahankan perannya sebagai pusat pembentukan karakter dan pengembangan ilmu pengetahuan berbasis nilai-nilai keislaman. Hal ini menjadi salah satu fokus utama dalam rekomendasi yang dihasilkan forum.
Selain membahas tantangan yang dihadapi, forum juga mengangkat berbagai potensi besar yang dimiliki pesantren untuk berkontribusi terhadap pembangunan nasional. Pesantren dinilai memiliki peran strategis dalam mencetak generasi yang memiliki integritas, kepemimpinan, dan kemampuan beradaptasi dengan perubahan global. Pengembangan program kewirausahaan, inkubasi bisnis, serta digitalisasi pendidikan menjadi beberapa gagasan yang mendapat perhatian sebagai bagian dari penguatan kemandirian pesantren. Dengan dukungan kebijakan yang tepat, pesantren diyakini mampu menjadi salah satu motor penggerak pembangunan sosial dan ekonomi masyarakat. Berbagai rekomendasi yang disusun diharapkan menjadi pijakan bagi langkah-langkah strategis ke depan.
Melalui penyelenggaraan Ijtima Ulama, PKB berharap lahir berbagai gagasan konstruktif untuk memperkuat eksistensi pesantren di tengah perubahan sosial yang berlangsung cepat. Penurunan jumlah santri dipandang sebagai tantangan yang memerlukan solusi komprehensif dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan. Dengan memperkuat kualitas pendidikan, tata kelola kelembagaan, inovasi pembelajaran, serta kepercayaan masyarakat, pesantren diharapkan tetap menjadi salah satu pilar penting dalam membentuk generasi yang berilmu, berakhlak, dan mampu memberikan kontribusi positif bagi bangsa. Forum tersebut menjadi momentum untuk mempertegas komitmen bersama dalam menjaga keberlanjutan pendidikan pesantren sebagai bagian dari sistem pendidikan nasional.







