Medan, 13 September 2026 – Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution memastikan dua siswi asal Kabupaten Karo yang diduga menjadi korban keracunan program Makan Bergizi Gratis (MBG) mendapatkan pemeriksaan dan perawatan lanjutan di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta. Kedua pasien diberangkatkan dari Bandara Internasional Kualanamu, Deli Serdang, pada Sabtu setelah sebelumnya menjalani perawatan di Sumatera Utara. Rujukan ke Jakarta dilakukan untuk memastikan keduanya mendapatkan pemeriksaan lebih menyeluruh dengan dukungan tenaga medis dan fasilitas yang dibutuhkan. Bobby mengatakan penanganan tidak hanya diarahkan pada kondisi fisik, tetapi juga kesehatan mental para pasien. Pemerintah menilai aspek psikologis perlu mendapatkan perhatian karena pengalaman sakit dan berbagai tekanan setelah kejadian dapat memengaruhi proses pemulihan. Kedua pasien diberangkatkan dengan pendampingan orang tua serta tenaga medis agar kondisinya tetap terpantau selama perjalanan.
Sebelum keberangkatan menuju Jakarta, Bobby bersama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka telah mengunjungi pasien yang menjalani perawatan di Rumah Sakit Amanda Berastagi dan Rumah Sakit Efarina Etaham Berastagi. Kunjungan tersebut dilakukan untuk mengetahui secara langsung kondisi pasien sekaligus mendengarkan kebutuhan yang disampaikan keluarga. Pemerintah memastikan pelayanan kesehatan akan terus diberikan hingga kondisi anak benar-benar membaik dan dapat kembali menjalankan aktivitas seperti biasa. Dalam kunjungan tersebut, pemerintah juga membuka pilihan rujukan ke fasilitas kesehatan yang dinilai mampu memberikan pemeriksaan lebih komprehensif. Setelah mempertimbangkan kondisi pasien, dua siswi kemudian diputuskan mendapatkan penanganan lanjutan di Jakarta. Bobby meminta jajaran kesehatan Sumatera Utara tetap melakukan pendampingan meskipun proses perawatan dilanjutkan di luar daerah.
Keputusan membawa pasien ke RSCM juga merupakan tindak lanjut atas perhatian pemerintah pusat terhadap kondisi dua anak tersebut. Wakil Presiden sebelumnya meminta agar pasien yang membutuhkan pemeriksaan lanjutan dapat memperoleh fasilitas dan pelayanan terbaik. Pemerintah tidak ingin proses pemulihan berhenti setelah gejala fisik dinilai membaik karena masih terdapat kemungkinan keluhan lain yang membutuhkan pemeriksaan lebih mendalam. Bobby menegaskan seluruh kebutuhan medis akan dikoordinasikan dengan pihak terkait sehingga keluarga dapat berkonsentrasi mendampingi anak selama proses pemulihan. Tim dokter dari Sumatera Utara juga turut mendampingi proses perawatan untuk memastikan riwayat kondisi pasien dapat dikomunikasikan dengan tim medis di Jakarta. Pendampingan tersebut diharapkan membuat proses pemeriksaan lanjutan berjalan lebih terarah.
Perhatian khusus diberikan terhadap kondisi psikologis kedua siswi karena pemerintah menilai trauma yang mereka alami lebih berat dibandingkan sejumlah korban lainnya. Bobby mengatakan pemeriksaan kesehatan mental menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan dari penanganan secara keseluruhan. Anak yang mengalami kejadian tidak menyenangkan dapat menghadapi tekanan psikologis meskipun kondisi fisiknya telah menunjukkan perkembangan positif. Situasi tersebut dapat semakin berat apabila pasien menerima komentar negatif, perundungan, atau tekanan melalui media sosial. Karena itu, pemerintah meminta penanganan dilakukan secara menyeluruh dengan melibatkan tenaga profesional apabila memang dibutuhkan. Kondisi fisik dan psikis akan sama-sama diperhatikan sebelum pasien dinyatakan benar-benar pulih dan siap kembali menjalankan aktivitas pendidikan.
Bobby juga meminta masyarakat menghentikan komentar negatif maupun tindakan perundungan terhadap para siswa yang terdampak dugaan keracunan MBG di Kabupaten Karo. Menurutnya, dukungan lingkungan memiliki peran penting dalam membantu proses pemulihan mental anak. Informasi maupun komentar yang belum diketahui kebenarannya dapat menambah tekanan terhadap pasien dan keluarga yang sedang menghadapi proses pengobatan. Masyarakat diharapkan memberikan ruang bagi anak untuk menjalani pemeriksaan dan pemulihan tanpa harus menghadapi sorotan yang berlebihan. Pemerintah daerah juga akan terus berkoordinasi dengan keluarga untuk mengetahui kebutuhan pasien selama berada di Jakarta. Pendekatan tersebut diharapkan membantu menciptakan kondisi yang lebih mendukung bagi pemulihan kedua siswi.
Kasus dugaan keracunan MBG di Kabupaten Karo sebelumnya terjadi pada 13 Agustus 2026 dan menyebabkan sejumlah siswa mengalami gangguan kesehatan. Beberapa korban harus mendapatkan perawatan lebih intensif karena menunjukkan keluhan yang membutuhkan pengawasan medis. Salah seorang siswa bahkan sempat dirujuk dari Kabanjahe menuju RSU Haji Medan setelah mengalami penurunan kesadaran. Pemerintah Provinsi Sumatera Utara sejak awal menyatakan akan mengawal proses pengobatan sampai para siswa benar-benar pulih. Penanganan kemudian terus berkembang mengikuti kondisi masing-masing pasien karena tidak seluruh korban menunjukkan tingkat keluhan yang sama. Dua siswi yang kini dibawa ke Jakarta termasuk pasien yang dinilai membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut dibandingkan sebagian korban lainnya.
Dalam kunjungan ke Kabupaten Karo, Wakil Presiden Gibran juga memastikan pemerintah akan menanggung kebutuhan pengobatan korban sampai proses pemulihan selesai. Keluarga diberikan pilihan mengenai fasilitas rujukan apabila pasien membutuhkan pemeriksaan yang tidak dapat dilakukan di tempat perawatan sebelumnya. Pemerintah menegaskan persoalan biaya tidak boleh menjadi penghambat bagi keluarga untuk memperoleh pelayanan kesehatan yang diperlukan. Arahan tersebut kemudian ditindaklanjuti Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dengan mempersiapkan perjalanan dua pasien menuju Jakarta. Pendampingan tenaga kesehatan disediakan selama perjalanan untuk mengantisipasi apabila terjadi perubahan kondisi. Setelah tiba di Jakarta, pemeriksaan lebih komprehensif akan dilakukan sesuai penilaian tim medis yang menangani pasien.
Rujukan ke RSCM diharapkan dapat membantu dokter memperoleh gambaran lebih lengkap mengenai kondisi kedua pasien setelah menjalani serangkaian perawatan sebelumnya. Pemeriksaan lanjutan diperlukan untuk menentukan apakah masih terdapat dampak fisik yang membutuhkan terapi tertentu maupun persoalan psikologis yang harus mendapatkan pendampingan. Pemerintah menekankan bahwa keputusan medis sepenuhnya akan mengikuti hasil pemeriksaan tenaga profesional dan tidak didasarkan pada spekulasi yang berkembang di ruang publik. Setiap pasien dapat mengalami proses pemulihan berbeda sehingga penanganannya harus disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing. Koordinasi antara dokter di Sumatera Utara dan Jakarta menjadi penting untuk memastikan riwayat pengobatan sebelumnya tetap menjadi bagian dari evaluasi. Pemerintah daerah akan terus menerima perkembangan kondisi pasien selama proses perawatan berlangsung.
Peristiwa tersebut sekaligus menjadi perhatian bagi pelaksanaan program MBG karena keamanan pangan merupakan unsur penting dalam penyediaan makanan kepada peserta didik. Setiap dugaan gangguan kesehatan setelah konsumsi makanan perlu ditangani melalui pemeriksaan yang tepat agar penyebabnya dapat diketahui secara jelas. Di sisi lain, kebutuhan korban harus menjadi prioritas selama proses evaluasi berlangsung, terutama bagi pasien yang masih menunjukkan keluhan berkepanjangan. Pemerintah daerah menempatkan pemulihan kesehatan sebagai fokus utama sebelum membahas langkah lanjutan lainnya. Dukungan terhadap keluarga juga diperlukan karena proses pengobatan yang berlangsung cukup panjang dapat memberikan tekanan tersendiri. Penanganan di Jakarta diharapkan memberikan kepastian lebih baik mengenai kondisi kesehatan dua siswi tersebut dan kebutuhan terapi selanjutnya.
Bobby memastikan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara akan terus mengikuti perkembangan kedua pasien selama menjalani pemeriksaan dan perawatan di RSCM Jakarta. Pemerintah ingin memastikan penanganan tidak hanya menghasilkan perbaikan kondisi fisik, tetapi juga membantu memulihkan kondisi psikologis anak setelah pengalaman yang mereka alami. Tenaga medis akan menentukan tahapan pemeriksaan dan terapi berdasarkan perkembangan masing-masing pasien. Keluarga juga akan dilibatkan dalam proses tersebut agar kebutuhan dan keluhan anak dapat disampaikan secara menyeluruh. Masyarakat diminta memberikan dukungan serta menghindari komentar yang berpotensi memperburuk kondisi mental korban. Pemerintah berharap dengan pemeriksaan komprehensif dan pendampingan berkelanjutan, kedua siswi dapat pulih sepenuhnya dan kembali menjalani pendidikan serta kehidupan sehari-hari secara normal.





