
11 Juli 2025
Kabar membanggakan datang dari sektor pariwisata bahari Indonesia. Pulau Togean, yang terletak di Kabupaten Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah, resmi dinobatkan sebagai Destinasi Diving Terfavorit Asia 2025 oleh majalah internasional DiveTraveller, mengalahkan destinasi ternama seperti Koh Tao (Thailand) dan Sipadan (Malaysia).
Penghargaan ini diumumkan dalam ajang Asia Dive Expo (ADEX) di Singapura, 10 Juli 2025, setelah melalui proses voting oleh lebih dari 200.000 penyelam profesional dan wisatawan dari seluruh dunia.
Keistimewaan Pulau Togean
🏝️ Togean merupakan bagian dari Taman Nasional Kepulauan Togean, yang mencakup 56 pulau dan pulau kecil di Teluk Tomini. Keanekaragaman hayati bawah lautnya disebut-sebut sebagai salah satu yang terkaya di segitiga terumbu karang dunia.
Keunggulan Togean:
-
4 tipe terumbu karang: atol, fringing, patch reef, dan barrier reef
-
Lebih dari 300 spesies karang dan 600 spesies ikan
-
Keberadaan danau ubur-ubur tidak menyengat seperti di Kakaban
-
Spot menyelam ikonik: Una-Una Volcano Dive, Dominic Wall, Gap Canyon
Transformasi Wisata Sejak Pandemi
Sejak pandemi COVID-19 berakhir, pemerintah daerah dan Kementerian Pariwisata intensif membangun infrastruktur penunjang, termasuk:
🚤 Dermaga apung ramah lingkungan
🏨 20 lebih eco-resort bersertifikasi hijau
♻️ Program konservasi bersama warga lokal (berbasis adat Bajo)
Menurut Kadis Pariwisata Sulawesi Tengah, peningkatan kunjungan wisatawan ke Togean naik 380% sejak 2022, terutama dari Prancis, Jerman, dan Korea Selatan.
Dukungan dan Testimoni Internasional
Dalam artikelnya, DiveTraveller menyebut:
“Togean adalah surga tersembunyi yang belum rusak oleh mass tourism. Ini seperti Maldives, tapi dengan keaslian dan ketenangan yang langka.”
Duta Besar Prancis untuk Indonesia, Mme. Alice Delacroix, juga memberi pujian:
“Togean adalah tempat di mana Anda bisa menyelam, belajar budaya lokal, dan merasa benar-benar hidup.”
Akses dan Tips Perjalanan
Meski akses ke Togean cukup menantang, pemerintah telah membuka penerbangan langsung Palu–Ampana dan memperbaiki jalur laut ke pulau utama.
Tips berkunjung:
-
Waktu terbaik: April–Oktober (musim cerah)
-
Bawa perlengkapan selam pribadi jika memungkinkan
-
Hormati aturan konservasi: no plastic, no anchor diving, dan no souvenir dari laut
Kesimpulan
Dengan pesonanya yang alami, keramahan warga, dan komitmen terhadap ekowisata, Pulau Togean berhasil menempatkan Indonesia di puncak destinasi diving dunia. Ini bukan hanya prestasi pariwisata, tetapi juga kemenangan bagi konservasi laut Nusantara.