Jakarta, 1 Mei 2026 — Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Mahendra Siregar melalui jajaran pimpinan, termasuk Purbaya Yudhi Sadewa, tengah menyiapkan sejumlah insentif baru untuk memperkuat peran investor domestik di pasar modal Indonesia.
Langkah ini diambil sebagai strategi untuk mengurangi ketergantungan terhadap investor asing yang selama ini memiliki pengaruh besar terhadap pergerakan pasar.
Fokus Perkuat Basis Investor Domestik
OJK menilai bahwa stabilitas pasar modal akan lebih terjaga jika partisipasi investor lokal semakin besar. Dengan basis investor domestik yang kuat, volatilitas akibat arus keluar modal asing dapat ditekan.
“Penguatan investor domestik menjadi kunci agar pasar kita tidak mudah terguncang oleh dinamika global,” ujar Purbaya dalam pernyataan resminya.
Skema Insentif Sedang Dimatangkan
Beberapa skema insentif yang tengah disiapkan antara lain keringanan pajak, kemudahan akses investasi, serta pengembangan produk keuangan yang lebih ramah bagi investor ritel. Selain itu, edukasi keuangan juga akan diperluas untuk meningkatkan literasi masyarakat terhadap investasi di pasar modal.
Langkah ini diharapkan dapat menarik lebih banyak masyarakat untuk berinvestasi, sekaligus meningkatkan kepercayaan terhadap pasar domestik.
Kurangi Ketergantungan pada Modal Asing
Selama ini, pergerakan pasar saham Indonesia sering dipengaruhi oleh aksi beli dan jual investor asing. Ketika terjadi arus keluar dana besar, pasar cenderung mengalami tekanan signifikan.
Dengan memperbesar porsi investor domestik, OJK berharap pasar menjadi lebih stabil dan tidak terlalu sensitif terhadap gejolak global.
Dampak Positif bagi Ekonomi Nasional
Penguatan pasar modal domestik dinilai akan memberikan dampak positif bagi perekonomian secara keseluruhan. Perusahaan akan lebih mudah mendapatkan pendanaan, sementara masyarakat memiliki alternatif investasi yang lebih beragam.
Selain itu, perputaran dana di dalam negeri juga dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan memperkuat ketahanan finansial nasional.
Tantangan dan Harapan
Meski peluangnya besar, upaya ini juga menghadapi tantangan, terutama dalam meningkatkan literasi keuangan masyarakat serta membangun kepercayaan jangka panjang terhadap pasar modal.
OJK optimistis bahwa dengan kombinasi kebijakan yang tepat dan dukungan seluruh pihak, pasar modal Indonesia dapat tumbuh lebih sehat, inklusif, dan berkelanjutan.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya besar pemerintah untuk menciptakan sistem keuangan yang lebih mandiri dan tahan terhadap tekanan eksternal.








