Investor Bitcoin di Indonesia Melonjak: 14 Juta Pemegang Kripto saat Transisi Regulasi ke OJK

Kepala Eksekutif OJK untuk aset digital, Hasan Fawzi, mengungkapkan bahwa pada April 2025 jumlah konsumen aset kripto—termasuk Bitcoin—di Indonesia telah mencapai 14,16 juta orang . Sementara itu, data Bappebti hingga akhir 2024 mencatat ada 22,9 juta pelanggan aset kripto, meningkat tajam dibandingkan tahun sebelumnya reddit.com+15kemendag.go.id+15investasi.kontan.co.id+15.

🚀 Lonjakan Adopsi & Transaksi

Nilai transaksi kripto juga melonjak. OJK mencatat transaksi sebesar Rp 35,61 triliun pada April 2025, naik dari Rp 32,45 triliun di Maret indonesiacrypto.network+3market.bisnis.com+3money.kompas.com+3. Di awal tahun, nilai transaksinya sudah mencapai Rp 44,07 triliun (Januari 2025), dua kali lipat dari periode serupa tahun lalu market.bisnis.com+1indonesiacrypto.network+1.

Menurut Bappebti, sepanjang 2024 nilai transaksi kripto menyentuh Rp 650,61 triliun, tumbuh 336 % dibanding 2023, dengan jumlah pelanggan mencapai 22,91 juta market.bisnis.com+11kemendag.go.id+11investasi.kontan.co.id+11.

Siapa Pemegang Bitcoin di RI?

Survei Coinvestasi (Desember 2024) menunjukkan mayoritas investor kripto—sekitar 83 %—berasal dari Jawa dan Bali, dengan konsentrasi tertinggi ada di Jawa Barat (24,6 %) news.tokocrypto.com+1investasi.kontan.co.id+1. Sedangkan data komunitas menyebut lebih dari 60 % pemegang kripto adalah Gen Z dan milenial (usia 18–30 tahun) reddit.com+2reddit.com+2halojakarta.id+2:

“Data from Indonesian regulators show that over 60% of crypto investors in Indonesia are Gen Zs and Millennials aged 18 to 30.” reddit.com

Dominasi Bitcoin sebagai Favorit

Bitcoin tetap menjadi raja aset digital di Indonesia. Di antara lima aset paling sering diperdagangkan—USDT, Bitcoin, XRP, Solana, dan Ethereum—Bitcoin mendominasi volume transaksi indonesiacrypto.network+1investasi.kontan.co.id+1. Saat ini harganya stabil di atas US$ 100.000, memperkuat posisinya sebagai instrumen investasi jangka panjang news.tokocrypto.com+2investasi.kontan.co.id+2investasi.kontan.co.id+2.

Regulator dan Literasi

Regulasi kripto di Indonesia kini berada di bawah pengawasan OJK sejak Januari 2025, menggantikan Bappebti. Langkah ini dirancang untuk memberikan kepastian hukum, melindungi investor, dan meningkatkan literasi keuangan digital indonesiacrypto.network+7investasi.kontan.co.id+7halojakarta.id+7.

Meskipun adopsi melonjak, literasi masih menjadi tantangan. Bappebti dan OJK terus mendorong edukasi agar masyarakat memahami risiko dan manfaat investasi kripto .

Kesimpulan

  • Jumlah pemegang kripto: sekitar 14–22 juta orang (per April 2025–Desember 2024)

  • Nilai transaksi bulanan: Rp 32–44 triliun, tahunan mencapai Rp 650 triliun

  • Profil investor: mayoritas muda (18–30 tahun), lokasi dominan di Jawa–Bali

  • Aset favorit: Bitcoin, dengan stabilitas harga di atas US$ 100.000

  • Regulasi: diawasi ketat oleh OJK sejak Januari 2025, meningkatkan perlindungan konsumen

Pertumbuhan pesat ini menempatkan Indonesia sebagai negara peringkat ketiga adopsi kripto global, setelah Nigeria dan India reddit.com+13money.kompas.com+13investasi.kontan.co.id+13reddit.com+3investasi.kontan.co.id+3indonesiacrypto.network+3reddit.cominvestasi.kontan.co.id+2market.bisnis.com+2money.kompas.com+2. Namun, dibutuhkan edukasi dan kebijakan komprehensif untuk memastikan investor—khususnya pemegang Bitcoin—dapat memanfaatkan peluang tanpa terjebak risiko spekulatif.


Headline Alternatif:

  • “14 Juta Investor Kripto di Indonesia: Bitcoin Kuasai Portofolio Generasi Milenial”

  • “Transaksi Kripto Tembus Rp 650 Triliun, Regulator OJK Siap Awasi Bitcoin dan Aset Digital”

Related Posts

Revitalisasi Pasar Tradisional: Menghidupkan Kembali Nadi Ekonomi Kerakyatan

Pasar tradisional telah menjadi jantung dari aktivitas ekonomi rakyat sejak dulu kala. Di sinilah masyarakat bertemu, berdagang, berinteraksi, dan membangun jaringan sosial yang kuat. Namun, seiring perkembangan zaman dan kemunculan…

“OECD Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi AS dan Global 2025 Akibat Dampak Tarif AS”

Pada 3 Juni 2025, Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD) merilis Economic Outlook terbaru, yang menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi global dan Amerika Serikat (AS) akibat dampak kebijakan tarif…

You Missed

Menghitung Hari – Krisdayanti: Penantian yang Tak Kunjung Usai

Terbang – Gigi: Harapan untuk Meraih Mimpi

Melompat Lebih Tinggi – Sheila On 7: Semangat Hidup Tanpa Batas

Bhayangkara FC Menang Tipis Atas Persela Lamongan di Laga Ketat

Persita Tangerang Mendapatkan Kemenangan Krusial dalam Laga Sengit Melawan Persik Kediri

Karena Ku Sanggup – Agnes Monica: Lagu Motivasi dan Kekuatan