Fenomena unik dan kontroversial muncul di Indonesia menjelang peringatan Hari Kemerdekaan ke-80. Sejumlah warga mengibarkan bendera bajak laut “Jolly Roger” yang identik dengan anime populer One Piece sebagai bentuk protes sosial. Tren ini pertama kali terlihat dari komunitas sopir truk dan dalam waktu singkat menyebar ke berbagai daerah.
Bendera dengan simbol tengkorak berikat kepala jerami itu dikibarkan di rumah, kendaraan, hingga konvoi di jalanan. Bagi sebagian warga, simbol tersebut dianggap representasi perlawanan terhadap kondisi ekonomi dan kebijakan pemerintah yang dirasa kurang berpihak.
Aksi ini menuai pro kontra. Beberapa pejabat menilai pengibaran bendera bajak laut bisa dianggap provokatif dan tidak menghormati simbol negara. Namun ada pula yang menganggap fenomena ini sebagai bentuk kebebasan berekspresi yang sah selama tidak melanggar aturan hukum.
Media sosial ramai membicarakan tren ini dengan tagar khusus yang sempat masuk trending topic. Para penggemar One Piece di Indonesia bahkan turut membagikan foto dan video aksi tersebut dengan beragam komentar, mulai dari dukungan hingga kritik.
Aparat kepolisian menyatakan akan menindak tegas jika aksi tersebut menyalahi undang-undang, terutama bila dianggap melecehkan lambang negara. Namun hingga saat ini, sebagian besar pengibaran bendera bajak laut masih sebatas simbol protes tanpa tindakan anarkis.
Fenomena ini memperlihatkan bagaimana budaya pop dapat bercampur dengan dinamika sosial-politik masyarakat. Bendera bajak laut yang awalnya sekadar ikon hiburan kini berubah menjadi simbol kritik sosial yang viral di tanah air.