Jakarta, 4 Mei 2026 – Menteri Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) mendesak aparat penegak hukum untuk segera menahan terduga pelaku kekerasan seksual yang terjadi di salah satu lingkungan pesantren di Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Kasus ini mendapat perhatian luas karena melibatkan banyak korban yang masih berstatus santriwati.
Pihak kementerian menegaskan bahwa tindakan tegas diperlukan untuk memberikan rasa keadilan bagi korban serta mencegah kejadian serupa terulang. Selain itu, pendampingan psikologis dan perlindungan bagi para korban juga menjadi prioritas agar mereka dapat pulih dari trauma yang dialami.
Aparat kepolisian dikabarkan tengah melakukan proses penyelidikan dan pengumpulan bukti guna memperkuat penetapan status hukum terhadap terduga pelaku. Sejumlah saksi telah dimintai keterangan, sementara pihak terkait di lingkungan pesantren juga turut diperiksa untuk mendalami kronologi kejadian.
Pemerintah menekankan pentingnya pengawasan ketat terhadap lembaga pendidikan, termasuk pesantren, guna memastikan lingkungan belajar yang aman bagi anak-anak. Kasus ini menjadi pengingat bahwa perlindungan terhadap perempuan dan anak harus menjadi tanggung jawab bersama semua pihak.







