Majalengka, Jawa Barat — Kebanggaan besar datang dari desa Sadasari, Majalengka, setelah seorang pelajar SMK bernama Rama Prasetya (18 tahun) viral di media sosial karena berhasil menciptakan sistem irigasi otomatis hemat air yang cocok untuk lahan pertanian tadah hujan. Inovasi itu membuatnya meraih beasiswa penuh dari sebuah universitas teknik terkemuka di Jepang.
Video demo alatnya diunggah oleh gurunya ke TikTok dan YouTube, memperlihatkan sistem irigasi berbasis sensor tanah dan tenaga surya. Alat ini mampu menyiram tanaman hanya ketika kadar air tanah benar-benar rendah, sehingga air tidak terbuang percuma.
Inovasi dari Masalah Keluarga
Rama terinspirasi membuat alat ini setelah melihat sawah ayahnya gagal panen karena kemarau panjang dan keterbatasan air. Dengan belajar otodidak melalui YouTube dan mengikuti bimbingan guru tekniknya, Rama berhasil menciptakan prototipe yang kini diuji coba oleh puluhan petani di desanya.
“Saya cuma ingin bantu orang tua dan tetangga supaya nggak lagi gagal panen karena air,” ujar Rama, yang mengembangkan sistem ini hanya bermodalkan barang bekas dan sensor murah.
Sambutan Hangat dan Pengakuan Internasional
Tagar #RamaIrigasiCerdas, #PetaniMudaInovatif, dan #MajalengkaMendunia menjadi trending di berbagai platform sosial. Banyak netizen dan tokoh publik memuji semangat Rama sebagai bukti bahwa teknologi hijau dan inovasi bisa lahir dari desa.
Kementerian Pertanian RI menyatakan akan mendukung produksi massal alat Rama melalui program petani milenial, sementara Pemerintah Jepang melalui Kedutaan Besar di Jakarta sudah mengundangnya untuk mengikuti pelatihan lanjutan di Tokyo pada Oktober mendatang.
“Saya ingin pulang dan bangun Majalengka jadi pusat teknologi tani,” kata Rama penuh semangat.