Barcelona, Spanyol — Klub raksasa La Liga, FC Barcelona, akhirnya mengumumkan bahwa Xabi Alonso resmi ditunjuk sebagai pelatih kepala baru menggantikan Xavi Hernandez, yang mengundurkan diri akhir musim lalu. Pengumuman ini disampaikan melalui konferensi pers dan unggahan resmi klub pada Jumat malam (11/7).
Penunjukan Xabi Alonso menandai babak baru bagi Blaugrana, sekaligus menarik perhatian luas karena sang pelatih dikenal sebagai ikon Real Madrid saat masih aktif bermain.
Era Baru di Camp Nou
Presiden Joan Laporta menyatakan bahwa pemilihan Xabi Alonso bukan hanya karena reputasinya sebagai mantan pemain top, tetapi juga karena prestasi mengesankan sebagai pelatih Bayer Leverkusen dan kemudian Real Sociedad. Alonso dikenal dengan filosofi permainan menyerang yang modern dan fleksibel.
“Kami yakin bahwa Xabi Alonso adalah sosok ideal untuk membawa Barcelona kembali berjaya di level domestik maupun Eropa,” ujar Laporta.
Xabi Alonso menandatangani kontrak selama 3 tahun hingga Juni 2028, dan sudah mulai memimpin sesi latihan pramusim di Ciutat Esportiva Joan Gamper.
Tantangan Berat Menanti
Alonso mengambil alih tim yang sedang dalam fase transisi. Barcelona gagal meraih trofi musim lalu dan mengalami krisis finansial yang membuat mereka harus melepas beberapa pemain senior.
Namun, Xabi Alonso menyatakan siap menghadapi tantangan. “Saya sangat menghormati sejarah klub ini. Saya datang bukan sebagai legenda Madrid, tetapi sebagai profesional yang siap bekerja keras dan membangun kembali kejayaan Barça,” ujarnya.
Respon Campuran dari Fans
Keputusan Barcelona menunjuk mantan pemain rival utama ini memicu reaksi beragam dari fans. Sebagian menyambut optimistis, melihat rekam jejak Alonso yang membawa Leverkusen juara Bundesliga musim lalu. Namun, tidak sedikit pula yang menganggap langkah ini berisiko tinggi secara emosional.
Tagar #WelcomeXabi dan #ViscaBarca sempat trending di media sosial, bersamaan dengan meme dan diskusi panas antar pendukung klub.
Misi: Bawa Trofi dan Bangun Kembali Identitas
Xabi Alonso dijadwalkan memimpin pertandingan pertamanya di ajang Joan Gamper Trophy bulan depan sebelum La Liga dimulai. Ia akan dibantu oleh mantan rekan setimnya di timnas Spanyol, Javi Martínez, sebagai asisten pelatih.
Tujuan utamanya: mengembalikan identitas “jogo bonito” Barcelona dan bersaing serius di Liga Champions musim depan.