
Jayapura, 7 Juli 2025 — Fenomena langit menakjubkan kembali terjadi di Indonesia Timur. Pada pagi hari, langit di sekitar Pegunungan Cycloop, Papua, dipenuhi dengan cahaya warna-warni memanjang menyerupai pelangi namun bercahaya seperti api — dikenal sebagai “fire rainbow” atau circumhorizontal arc.
Ratusan warga yang menyaksikan langsung menyebut momen tersebut sebagai “lukisan langit dari Tuhan”, sementara para peneliti dari BMKG dan LIPI menyatakan bahwa ini adalah salah satu fenomena optik atmosfer paling langka di wilayah tropis.
Apa Itu Pelangi Api?
Berbeda dengan pelangi biasa yang muncul akibat pembiasan sinar matahari oleh air hujan, pelangi api terbentuk ketika cahaya matahari melewati awan tipis (cirrus) yang mengandung kristal es berbentuk heksagonal. Cahaya tersebut dibiaskan pada sudut tertentu, menciptakan spektrum warna menyala seperti lidah api di langit.
Menurut ahli atmosfer BMKG Papua, Dr. Ruben Situmorang, fenomena ini hanya bisa terjadi bila:
-
🌞 Matahari berada lebih dari 58° di atas horison
-
☁️ Terdapat awan cirrus pada ketinggian sekitar 6.000–12.000 meter
-
❄️ Kristal es dalam awan berbentuk sejajar dengan permukaan bumi
“Kombinasi ini sangat jarang terjadi di Indonesia karena letak geografis dan kondisi cuaca kita yang tropis,” jelasnya.
Respon Warga dan Viral di Media Sosial
Fenomena ini terjadi sekitar pukul 08.10 WIT dan berlangsung selama hampir 15 menit. Banyak warga sempat mengabadikan momen itu menggunakan kamera ponsel dan membagikannya di media sosial. Video berdurasi 12 detik yang menampilkan “langit terbakar warna-warni” telah ditonton lebih dari 3 juta kali di TikTok dan Instagram dalam 24 jam terakhir.
“Baru kali ini saya melihat langit seindah ini. Anak-anak sekolah sampai berhenti belajar dan melihat ke luar jendela,” ujar seorang guru di Sentani.
Tagar seperti #PelangiApiPapua, #SkyPhenomenon, dan #KeajaibanLangit langsung menjadi trending nasional.
Nilai Edukasi dan Pariwisata Alam
Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Papua menyebut fenomena ini sebagai momentum promosi pariwisata berbasis alam dan fenomena langit. Pihaknya juga menggandeng BMKG untuk membuat kalender langit dan titik-titik terbaik pengamatan fenomena atmosfer di Papua.
“Kami ingin mengedukasi masyarakat bahwa Papua tak hanya kaya akan budaya dan alam darat, tetapi juga langitnya yang luar biasa. Ini bisa menjadi magnet wisata edukatif,” katanya.
Kesimpulan
Fenomena pelangi api di langit Papua bukan hanya pemandangan luar biasa, tetapi juga pengingat akan keajaiban alam yang masih tersimpan di Indonesia Timur. Keindahan ini memperkaya narasi bahwa langit pun bisa menjadi sumber kekaguman, riset ilmiah, sekaligus peluang wisata yang berkelanjutan.
Momen langka ini sekali lagi menunjukkan bahwa alam Indonesia bukan hanya indah, tapi juga ajaib dan penuh kejutan.