Pelatih tim nasional Egypt national football team dan Iran national football team memberikan tanggapan terkait munculnya simbol LGBTQ+ di sela-sela pertandingan 2026 FIFA World Cup. Keduanya memilih merespons isu tersebut secara hati-hati dan menegaskan fokus utama mereka tetap tertuju pada sepak bola.
Pelatih Mesir menyatakan bahwa timnya datang ke turnamen dengan tujuan memberikan performa terbaik di lapangan. Menurutnya, perhatian para pemain sepenuhnya diarahkan pada persiapan pertandingan, strategi, serta upaya meraih hasil maksimal, bukan pada isu-isu di luar aspek teknis permainan.
Sementara itu, pelatih Iran juga menyampaikan bahwa dirinya menghormati berbagai aturan dan kebijakan yang berlaku selama turnamen berlangsung. Ia menegaskan seluruh anggota tim diminta menjaga profesionalisme dan berkonsentrasi pada pertandingan tanpa terpengaruh oleh berbagai perdebatan yang berkembang di luar lapangan.
Kedua pelatih sama-sama menghindari komentar yang dapat memicu polemik lebih lanjut. Mereka menilai ajang Piala Dunia seharusnya menjadi panggung untuk menampilkan kualitas sepak bola, sportivitas, dan persaingan antartim dari berbagai negara.
Isu mengenai simbol LGBTQ+ memang kerap menjadi perhatian dalam berbagai turnamen internasional, terutama karena melibatkan perbedaan budaya, regulasi, dan pandangan di masing-masing negara peserta. Meski demikian, baik Mesir maupun Iran memilih untuk tidak menjadikan isu tersebut sebagai fokus utama selama kompetisi berlangsung.
Dengan pendekatan yang tenang, kedua pelatih berharap para pemain dapat tetap menjaga konsentrasi penuh di lapangan. Fokus terhadap taktik, kerja sama tim, dan performa pertandingan dinilai jauh lebih penting dalam upaya meraih hasil terbaik di Piala Dunia 2026.





