Jakarta, 13 Agustus 2026 – Pengejaran terhadap buronan kasus narkotika berinisial MR alias Bos Gendut berujung pada penggerebekan di Kampung Bahari, Jakarta Utara. Operasi tersebut dilakukan Badan Narkotika Nasional (BNN) bersama aparat kepolisian setelah petugas membuntuti pergerakan MR dari kawasan Kampung Bahari hingga menuju Mangga Besar. MR yang telah menjadi buronan sejak 2025 akhirnya berhasil ditangkap di sebuah salon kecantikan pada Rabu malam, 12 Agustus 2026, sekitar pukul 20.09 WIB. Penangkapan tersebut kemudian berkembang menjadi operasi lanjutan di Kampung Bahari untuk menelusuri keberadaan barang bukti dan pihak lain yang diduga terkait dengan jaringan MR. Dalam penggerebekan lanjutan itulah petugas menghadapi perlawanan dari sejumlah orang yang disebut sebagai loyalis Bos Gendut.
Direktur Penindakan dan Pengejaran BNN Brigjen Roy Hardy Siahaan menjelaskan, operasi terhadap MR dilakukan setelah petugas mengikuti pergerakannya sejak meninggalkan Kampung Bahari. Tim kemudian membuntuti MR hingga kawasan Mangga Besar sebelum akhirnya menangkapnya di salah satu salon kecantikan. Saat diamankan, MR disebut bersama dua orang yang kemudian ikut menjadi bagian dari pengembangan perkara. Penangkapan tersebut menjadi titik penting karena MR merupakan buronan yang telah dicari aparat sejak kasus narkotika mencuat pada November 2025. Setelah berhasil mengamankan tersangka, penyidik kemudian melakukan pemeriksaan untuk memperoleh informasi mengenai jaringan dan lokasi penyimpanan barang bukti yang masih terkait dengannya.
Dari hasil pengembangan pemeriksaan terhadap MR, petugas memperoleh informasi mengenai sejumlah orang yang berada dalam lingkaran jaringan tersebut serta keberadaan barang bukti di rumahnya di Kampung Bahari. BNN kemudian berkoordinasi dengan Polda Metro Jaya, termasuk unsur Brimob, untuk melakukan operasi lanjutan pada Kamis pagi sekitar pukul 06.00 WIB. Tim gabungan bergerak menuju kawasan yang disebut menjadi lokasi aktivitas jaringan MR. Penggerebekan dilakukan untuk mencari barang bukti sekaligus mengembangkan perkara terhadap pihak lain yang diduga masih terlibat. Operasi tersebut menunjukkan bahwa penangkapan MR bukan menjadi akhir penyelidikan, melainkan pintu masuk untuk membongkar jaringan yang lebih luas.
Situasi berubah ketika petugas memasuki kawasan Kampung Bahari dan menghadapi perlawanan dari sejumlah orang yang disebut loyalis MR. Perlawanan tersebut membuat proses penggerebekan berlangsung lebih tegang karena petugas harus menghadapi pihak-pihak yang berusaha menghambat operasi. Salah seorang anggota Polri yang ikut dalam operasi dilaporkan mengalami luka di bagian bawah mata. Meski mendapat perlawanan, aparat tetap melanjutkan operasi dan berhasil mengamankan dua orang yang diduga berkaitan dengan jaringan tersebut. Petugas juga melakukan penyisiran terhadap lokasi untuk memastikan tidak ada pihak lain yang masih berusaha menghalangi proses penindakan.
Penggerebekan tersebut menghasilkan sejumlah barang bukti yang kemudian diamankan untuk kepentingan penyidikan. BNN menemukan narkotika jenis ganja, senjata api beserta sejumlah peluru, senjata tajam jenis samurai, telepon seluler, serta beberapa kendaraan. Salah satu kendaraan yang diamankan berupa mobil BMW yang disebut berkaitan dengan MR ketika ditangkap di salon kecantikan. Selain itu, petugas turut mengamankan sebuah Vespa dan kendaraan lainnya di sekitar lokasi. Berbagai barang tersebut akan diperiksa untuk mengetahui keterkaitannya dengan aktivitas jaringan dan dugaan tindak pidana yang dilakukan.
Perkara MR juga dikembangkan ke dugaan tindak pidana pencucian uang. Dari pengembangan tersebut, BNN menyita uang tunai sekitar Rp1,277 miliar dan sejumlah aset yang nilai keseluruhannya diperkirakan mencapai Rp39,95 miliar. Penyitaan aset dilakukan untuk menelusuri keuntungan yang diduga berasal dari aktivitas ilegal sekaligus memutus kemampuan finansial jaringan. Penanganan perkara dengan pendekatan pencucian uang memungkinkan aparat tidak hanya mengejar pelaku dan barang terlarang, tetapi juga menelusuri hasil kejahatan yang telah berubah menjadi aset. Langkah tersebut menjadi bagian penting dalam membongkar jaringan secara lebih menyeluruh.
MR sendiri merupakan buronan dalam perkara kepemilikan narkotika dalam jumlah besar. Kasus tersebut membuat aparat melakukan pengejaran sejak 2025 sebelum akhirnya berhasil menangkapnya setelah mengikuti pergerakannya dari Kampung Bahari menuju Mangga Besar. Setelah MR diamankan, operasi di wilayah tempat jaringan tersebut beraktivitas dilakukan untuk menemukan barang bukti sekaligus mengidentifikasi orang-orang yang masih berada dalam jaringan. BNN menyatakan penindakan belum berhenti karena masih terdapat sejumlah pihak yang diduga memiliki keterkaitan dengan jaringan tersebut. Aparat masih akan melakukan pengembangan untuk mengejar orang-orang lain yang belum tertangkap.
Rangkaian pengejaran hingga penggerebekan tersebut memperlihatkan bagaimana penangkapan seorang buronan dapat berkembang menjadi operasi besar untuk membongkar jaringan narkotika. MR berhasil diamankan setelah dibuntuti dari Kampung Bahari hingga Mangga Besar, sementara pengembangan perkara membawa petugas kembali ke Kampung Bahari pada Kamis pagi. Perlawanan dari sejumlah loyalis sempat menyebabkan seorang anggota Polri terluka, tetapi operasi tetap dilanjutkan dan sejumlah orang berhasil diamankan. Penyitaan narkotika, senjata, kendaraan, uang tunai, serta aset bernilai puluhan miliar rupiah juga menjadi bagian penting dari pengembangan perkara. BNN kini masih mendalami jaringan Bos Gendut untuk memastikan seluruh pihak yang terlibat dapat ditindak sesuai proses hukum.







