Seremban, 30 Agustus 2026 – Tim nasional basket putra Indonesia harus mengakui keunggulan Hong Kong setelah kalah 60-71 pada laga kedua Grup C putaran pertama Pra-Kualifikasi Piala Asia FIBA 2029 di Arena Seremban, Malaysia, Minggu (30/8/2026).
Kekalahan tersebut membuat Indonesia gagal melanjutkan tren positif setelah sebelumnya menundukkan Singapura 80-54. Hong Kong tampil lebih efektif sejak awal pertandingan dan mampu mempertahankan keunggulan hingga akhir laga.
Tertinggal 16 Poin di Babak Pertama
Indonesia mengawali pertandingan dengan kurang meyakinkan. Tim Merah Putih hanya mampu mencetak 11 poin pada kuarter pertama, sementara Hong Kong menghasilkan 20 poin.
Situasi tidak banyak berubah pada kuarter kedua. Hong Kong kembali mencetak 20 poin dan membuat Indonesia hanya menambah 13 angka. Alhasil, Indonesia menutup babak pertama dalam posisi tertinggal 24-40.
Kapten Indonesia Yudha Saputera mengakui timnya memulai pertandingan dengan lambat. Kondisi tersebut membuat Indonesia kesulitan mengejar ketertinggalan yang sudah cukup jauh.
Indonesia Berusaha Bangkit
Memasuki babak kedua, permainan Indonesia mulai membaik. Yudha Saputera dan kawan-kawan mampu memberikan tekanan lebih besar kepada Hong Kong dan berusaha memangkas selisih angka.
Namun, keunggulan yang sudah dibangun Hong Kong sejak paruh pertama menjadi tantangan besar. Indonesia memang sempat mendekati perolehan angka lawan, tetapi tidak berhasil membalikkan keadaan.
Hong Kong akhirnya mengamankan kemenangan dengan skor 71-60. Hasil tersebut membuat Hong Kong kini berada di posisi teratas Grup C setelah meraih kemenangan dalam dua pertandingan awal.
Yudha Saputera Jadi Andalan Indonesia
Yudha Saputera kembali menjadi salah satu pemain penting Indonesia dalam pertandingan tersebut. Sebelumnya, kapten tim Merah Putih itu mencetak 16 poin ketika Indonesia mengalahkan Singapura pada pertandingan pembuka.
Namun, secara keseluruhan Indonesia kesulitan menghasilkan poin secara konsisten ketika menghadapi pertahanan Hong Kong. Ketertinggalan besar pada dua kuarter pertama menjadi salah satu faktor utama yang membuat upaya mengejar kemenangan tidak berhasil.
Di sisi Hong Kong, permainan kolektif mampu membuat mereka mempertahankan keunggulan. Tim tersebut sebelumnya juga berhasil mengalahkan tuan rumah Malaysia dengan skor 77-54 pada laga pembuka Grup C.
Peluang Indonesia Belum Tertutup
Kekalahan dari Hong Kong belum otomatis mengakhiri perjalanan Indonesia pada Pra-Kualifikasi Piala Asia FIBA 2029. Putaran pertama menggunakan format kompetisi grup, dengan tiga tim terbaik dari setiap grup berhak melaju ke putaran kedua.
Indonesia masih memiliki satu pertandingan tersisa di Grup C dengan menghadapi Malaysia. Laga tersebut menjadi kesempatan penting bagi skuad asuhan David Singleton untuk mengamankan posisi di papan atas grup.
Sebelumnya, Indonesia berhasil membuka kompetisi dengan kemenangan telak atas Singapura. Hasil tersebut menjadi modal penting karena persaingan Grup C melibatkan Indonesia, Hong Kong, Malaysia, dan Singapura.
Kemenangan atas Malaysia akan menjadi target penting bagi Indonesia untuk menjaga peluang lolos ke putaran kedua. Sebaliknya, hasil kurang maksimal dapat membuat persaingan perebutan posisi tiga besar semakin ketat.
Dengan satu pertandingan fase grup yang masih harus dimainkan, Indonesia perlu segera melakukan evaluasi dari kekalahan melawan Hong Kong, terutama terkait start pertandingan dan efektivitas serangan. Perbaikan tersebut akan menjadi kunci sebelum menghadapi Malaysia pada laga berikutnya.






